pengurus ktn121

PERKUMPULAN TERPADU NUSANTARA BERDAULAT (PTNB)

( KOPERASI   PRODUSEN UMKM  KTN SATU DUA SATU).

Mengubah Beban Menjadi Sumber Penghasilan

Program Ekonomi Kerakyatan Untuk Kesejahteraan Bersama. Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat.

Koperasi Produsen adalah koperasi yang memiliki tujuan untuk membantu para anggotanya atau melakukan usaha bersama-sama. Agar kesulitan-kesulitan anggota dapat mengatasi serta berbagai bidang usaha atau UMKM mendapat wadah dan akses yang mudah dan tepat serta dapat dipertanggungjawabkan karena pasar atau konsumen jelas.

KTN121 (Komunitas Terpadu Nusantara 121) adalah koperasi produsen UMKM yang terintegrasi sistem , berbasis asosiasi komunitas dengan menerapkan tren otomatisasi dan input data anggota dalam teknologi digital atau 4.0 yang melengkapi sistem siber fisik, internet untuk segala hal dan terkoneksi komputerisasi aplikasi situs web. Dengan tujuan agar UMKM memiliki pasar dasar yang terstruktur, sistematis dan terukur (TST), waktu dan integrasinya, sehingga meningkatkan pendapatan yang didapat. KTN121 mengusung program ekonomi kerakyatan sebagai langkah untuk mensejahterakan semua anggotanya.

Tujuan Ekonomi Kerakyatan

  1. Membangun negara yang berdedikasi dengan ekonomi yang berdaulat secara politik dan juga mempunyai suatu kepribadian yang berbudaya.
  2. Mendorong pendapatan masyarakat supaya merata.
  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling berkesinambungan.
  4. Meningkatkan suatu efisiensi perekonomian nasional.

Kelebihan Ekonomi Kerakyatan

  1. Rakyat yang kurang mampu, mendapatkan suatu perlakuan hukum yang sama atau adil dalam masalah perekonomian.
  2. Memberikan perhatian yang lebih pada rakyat kecil melalui berbagai macam program operasional yang nyata.
  3. Sistem ekonomi kerakyatan dapat mewujudkan kedaulatan rakyat.
  4. Merangsang kegiatan ekonomi yang lebih produktif di tingkat rakyat, sekaligus dapat melahirkan jiwa kewirausahaan.
  5. Transaksi antara produksi, distribusi dan konsumsi berjalan sangat baik.
  6. Hubungan antara produksi, distribusi dan juga konsumsi akan saling membutuhkan dan sangat baik.

KTN121 Menjawab Tantangan Ekonomi Kerakyatan yang Sesungguhnya, Bukan Sekedar Retorika Belaka. Bersama KTN121, Mari Kita Ubah Beban (Belanja Harian) Menjadi Penghasilan.

Pernahkah Terpikir Oleh Kita, Manakala Beban Dapat Diubah Menjadi Penghasilan?

belanja harian
  • Makanan atau minuman yang kita konsumsi setiap hari
  • Pulsa yang kita pakai setiap saat
  • Beras yang kita konsumsi
  • Sabun yang kita gunakan
  • Minyak rambut yang kita pakai
  • Baju dan celana yang kita kenakan
  • Kosmetik yang kita gunakan untuk merias diri
  • Peralatan yang dibutuhkan anak kita yang masih sekolah
  • Kebutuhan pertanian untuk meningkatkan hasil panen
  • Semua kebutuhan yang kita gunakan setiap hari, dll

Bagaimana jika semua beban (belanja harian) tersebut dapat kita ubah menjadi salah satu sumber penghasilan kita? Tentu hal ini akan menjadi suatu hal yang menyenangkan dan kita dambakan. Dalam transaksi konvensional, ketika kita membeli kebutuhan harian tentu saja yang mendapatkan keuntungan adalah sang pemilik barang, sedangkan kita sebagai pembeli hanya mendapatkan barang yang kita beli saja, tidak ada manfaat lebih yang kita dapatkan.

Namun dengan sistem yang dikembangkan oleh KTN121 (Koperasi Produsen UMKM KTN SATU DUA SATU), semua beban (belanja harian) benar-benar dapat diubah menjadi sumber penghasilan untuk kita sendiri dan juga seluruh anggota KTN121 yang tergabung (gotong-royong, program ekonomi kerakyatan). Bagaimana, sangat menarik bukan?

OUTLET KP-UMKM KTN SATU DUA SATU

BERITA TERBARU

Berita

MAKIN ASIK BERTRANSAKSI DENGAN “ULEK” KTN121

  Bukti asik bertransaksi dengan Uang Elektronik KTN121 adalah semakin bertumbuhnya jaringan pelanggan / anggota dan mulai terbiasa menikmati transaksi dengan belanja produk yang dibutuhkan sehari-hari mereka dioutlet mandiri ,setiap saat mereka lakukan baik secara pribadi maupun serempak diwilayah masing-masing. Dari DPD KTN121 Kab. Pati terus berlanjut di wilayah Kecamatan lain dan Kabupaten disekitarnya. DPD

Read More »
Scroll to Top